Sunday, December 7, 2014

Tour de Java I

Hari Jum'at tanggal 28 Nopember 2014
Sesuai jadwal penerbangan yang akan membawa kami ke Yogyakarta, hari ini saya udah nunggu manis di Hasanuddin Interational Airport (Maros-Makassar). Tiba di Airport sekitar jam 11.30 Wita, meskipun jadwal keberangkatan baru pada pukul 14.00, tapi saya sih gak masalah nungguin jadwal penerbangan darpada penerbangan yang nungguin kami :).
Nunggu selama ini, gak terlalu jadi masalah, soalnya sempat ketemu rombongan teman kuliah yang maksud dan tujuannya sama dengan kami dan bakalan satu penerbangan. Bakalan reuni di pesawat nih. Setelah basa basi dikit, aku kemudian pamit untuk checkin duluan.
Dari tadi saya selalu menuliskan "Kami" kami disini adalah Aku dan Dia, dia yang sampai saya selesai checkin belum nyampe juga ke airport, itu berarti saya harus balik keluar dan duduk manis disertai pasang tampang manis nungguin "dia".
Pukul 13.30, rombongan teman teman yang saya temui tadi udah mulai masuk, tinggallah saya seorang diri yang gak tahan lagi masang muka manis. Saya mulai panik, dia beum nyampai airport juga, padahal penerbangan entar lagi, ditelponin jawabannya udah di jalan, udah dekat, udah hampir nyampe airport.
Gak bisa duduk manis lagi nih nunggunya. apaligi jarum jam udah nunjuk angka 13.45, dan dia masih dijalan.
Di monitor informasi keberangkatan, dengan jelas tertulis "Panggilan terakhir" pada penerbangan yang akan membawa kami, dia belum datang juga. Bisa nebak dong perasaan saya gimana.
"Kayaknya kita butuh tiket baru nih" SMS terkirim
14.00 Dia baru nyampe dan buru buru nyamperin aku, perasaan dongkul dan niat untuk memberikan kuliah aku tunda dulu. Harus gerak cepat, dalam hati cuman berharap agar penerbangan delay, atau setidaknya pilot pesawat yang akan membawa kami lupa bawa SIM dan harus balik nyari SIMnya dulu. :)
Masalah belaum berakhir, pas nyampe pemeriksaan lapis kedua, dia gak bawa Kartu Identitas.
Mateee...
Beneran gagal terbang kita nih.
Setelah bernegosiasi -baca: memelas- dengan bapak bapak berkumis petugas keamanan bandara, akhirnya kami diijinin masuk dan diantar sampai pintu ruang tunggu.
Huuft... Akhirnya...
Tapi masalah belum berakhir, pesawat udah mau terbang. Pilot ternyata gak lupa bawa SIMnya. Petugas maskapai langsung menghubungi pramugari yang bertugas dipesawat, agar nungguin kami berdua. Buka cuman kami berdua tepatnya, tapi bertiga sama seorang ibu-ibu. Kami langsung diantar oleh petugas masapai sampai masuk pesawat. Berasa penumpang VVIP. :)
Udah dalam pesawat pun masalah belum berakhir :) tapi masalah satu ini bisa dihadapi dengan mudah. Pasang muka cuek dari tatapan penumpang lain yang terpaksa duduk dipesawat lebih lama, karena penerbangan harus tertunda kurang lebih 20 menit.
Dengan pasang muka tidak berdosa, kami say hay dengan teman teman yang sudah duduk manis nunggu pramugari memperagakan penggunaan alat keselamatan penerbangan di pesawat.
Save Flight

-masih nyambung-

No comments:

Post a Comment

No Spam, Iklan, Dsb, Bahasa Sopan, Komentar sesuai Taufik