Pendaratan di Adi Sucipto disambut hujan (lagi). Kunjungan pertama tahun lalu juga disambut dengan hujan.
Setelah ngobrol-ngobrol dikit dengan sahabat, kami berdua langsung pamit duluan. Langsung menuju tempat parkir, bukan bermaksud nyari penjemput, tapi nungguin Bus Trans Jogja.
Nunggu beberapa menit, Bus Trans Jogja yang akan membawa kami ke Malioboro udah datang. Buru-buru naik dengan maksud mendapatan tempat duduk, tapi kali ini belum beruntug, saya harus berdiri sampin bapak kondektur.
Sampai malioboro, hujan udah reda, hal pertama yang kami pikirkan adalah "Nyari Makan". Setelah beberapa saat mutar nyari-nyari tempat untuk makan, akhirnya milih salah satu lesehan yang tempatnya cukup asyik.
Sambil menikmati makanan, terdengar samar-samar mengalun dengan indah lagu Katon Bagaskara - Malioboro. -tunggu dulu...- ternyata bukan Malioboronya Katon Bagaskara yang terdengar, tapi sebuah lagu entah milik siapa, yang pasti mengalun bersama suara gitar akustik seorang pengamen.
Selesai makan, gak ada alasan untuk tidak ngiterin sepanjang Malioboro. Sambil nunggu teman yang berniat jemput kami.
***
Jam tujuh malam waktu Jogja, teman yang mau jemput belum datang juga. Sebenarnya udah capek ngegendong ransel, nah dengan alasan itu kami berdua milih duduk selonjoran di taman -namanya taman apa yah?- samping Malioboro.
"Ada tempat masang gembok cinta tuh, ayo pasanag"
"Ayo"
Langsung ngambil gembok pengaman ransel, dan memasangnya di "tugu gembok cinta"
Setelah masang gembok, gak lupa foto-foto dulu :d
Melanjutkan acara selonjoran, sambil ngobrol sana sini, dan sesekali didatangi pengamen dan -gak- sesekali juga harus ditolak. Hal yang gak bisa ditolah adalah kedatangan cewe-cewe menawarkan jualannya berupa bunga mawar merah yang katanya untuk nambah dana kegiatan sosial.
Beli satu tangkai dan kuserahkan padanya, gak perlu harus sambil jongkok mirip di FTV,
"Untukmu" sambil menyodorkan setangkai mawar merah tadi
dan tiba-tiba hening
***
Gak betah lagi nungguin teman, akhirnya kami memutuskan untuk "lebih agresif" nyamperin dia, berbekal alamat yang sudah dikirimnya via SMS. Tawar menawat dengan abang becak, setelah deal harga kamipun diantar ke alamat tersebut.
Wuih... asik juga naik becak menikmati malam kota Jogja, apalagi ada kamu disampingku. Ditambah lagi jalur kami melewati Stasiun Tugu, spot yang sudah saya impikan sejak kunjungan pertamaku tahun lalu untuk bisa foto disini. Akhirnya terbayar malam ini. Ngambil kesempatan mengabadikan gambar di spot ini dan juga memberikan kesempatan kepada bapak tukang becak utuk beristirahat sejenak.
***
Ketemu teman - Makan malam - Tidur "Saatnya istirahat"
-masih nyambung-
-masih nyambung-
No comments:
Post a Comment
No Spam, Iklan, Dsb, Bahasa Sopan, Komentar sesuai Taufik